My Blog

Mayjen Primadi Saiful Sulun Nakhodai Divif 2 Kostrad

Mayjen Primadi Saiful Sulun Nakhodai Divif 2 Kostrad

Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun resmi mengemban amanah sebagai Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad. Penunjukan ini merupakan bagian dari mutasi besar-besaran yang di lakukan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto terhadap 187 perwira tinggi di tiga matra. Kebijakan tersebut tertuang dalam Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1664/XII/2025 tertanggal 15 Desember 2025.

Primadi menggantikan Mayjen TNI Susilo yang kini mendapat tugas baru sebagai Perwira Staf Ahli Tingkat III Kepala Staf Angkatan Darat Bidang Jaminan Ekonomi dan Sistem Pertahanan Keamanan Negara. Pergantian kepemimpinan di satuan elite Kostrad ini menjadi sorotan publik mengingat pentingnya posisi tersebut dalam struktur pertahanan nasional.

Profil Lengkap Sang Jenderal

Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun lahir pada 29 April 1973. Ia merupakan alumni Akademi Militer angkatan 1994 dari kecabangan Infanteri Kostrad. Selama lebih dari tiga dekade mengabdi di TNI AD, Primadi telah menempuh berbagai penugasan strategis.

Jenderal bintang dua ini juga meraih gelar sarjana dan magister Administrasi Negara dari Universitas Merdeka Malang. Gelar S-1 ia peroleh pada 2011, sedangkan gelar S-2 berhasil ia raih dua tahun kemudian pada 2013.

Primadi merupakan putra daerah Sumatera Barat dengan darah campuran dari Tantaman, Tigo Koto Silungkang, Palembayan, Agam dan Koto Gadang, IV Koto, Agam. Ia juga tercatat sebagai alumni SMAN 3 Jakarta yang kini menjabat posisi strategis di jajaran Kostrad.

Jejak Karier Militer yang Gemilang

Mayjen Primadi Saiful Sulun memulai karier operasionalnya sebagai perwira muda di berbagai satuan tempur TNI AD. Perjalanan kariernya menunjukkan rekam jejak yang konsisten dalam penugasan lapangan maupun staf.

Pada periode 2011-2012, Primadi memimpin Batalyon Infanteri 511/Badak Hitam. Kemudian ia mendapat kepercayaan sebagai Komandan Kodim 0811/Tuban pada 2012-2013. Penugasan di satuan kewilayahan ini memperkaya pengalamannya dalam pembinaan teritorial.

Selanjutnya pada 2013-2015, Primadi menjabat sebagai Wakil Asisten Operasi Kepala Staf Kostrad. Posisi ini membekalinya dengan kemampuan perencanaan dan pengendalian operasi di tingkat strategis.

Puncak karier tempur ia capai saat memimpin Brigade Infanteri Para Raider 3/Kostrad pada 2015-2017. Penugasan di satuan lintas udara elite ini membuktikan kapasitasnya sebagai pemimpin pasukan tempur berkemampuan tinggi.

Pengalaman di Bidang Pendidikan Militer

Mayjen Primadi Saiful Sulun juga memiliki pengalaman di bidang pendidikan militer. Pada periode 2017-2020, ia mengabdi sebagai Dosen Madya di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat. Penugasan ini menunjukkan kemampuannya dalam mentransfer pengetahuan kepada perwira-perwira muda TNI AD.

Pengalaman sebagai pendidik di Seskoad memberikan perspektif yang luas tentang doktrin dan taktik militer modern. Primadi dapat memadukan teori dengan pengalaman lapangan yang ia miliki selama bertahun-tahun.

Setelah bertugas di Seskoad, ia kemudian menjabat sebagai Kepala Staf Korem 051/Wijayakarta pada 2020-2021. Posisi ini memperkuat kapasitasnya dalam mengelola satuan kewilayahan di tingkat yang lebih tinggi.

Putra Jenderal Legendaris TNI AD

Mayjen Primadi Saiful Sulun memiliki latar belakang keluarga militer yang kuat. Ia merupakan putra dari Letjen TNI (Purn.) Syaiful Sulun, mantan Panglima Kodam V/Brawijaya periode 1985-1987.

Syaiful Sulun sendiri lahir pada 6 Januari 1937 dan merupakan tokoh militer senior Indonesia. Selain pernah memimpin Kodam Brawijaya, sang ayah juga pernah menjabat sebagai Kepala Staf Sosial Politik ABRI dan Wakil Ketua MPR RI.

Setelah pensiun, Syaiful Sulun aktif di organisasi purnawirawan. Ia pernah menjadi Sekretaris Jenderal dan kemudian Ketua Forum Komunikasi Purnawirawan TNI/Polri. Saat ini ia menjabat sebagai Ketua Umum Legiun Veteran Republik Indonesia.

Dengan jejak keluarga yang kuat di dunia militer, Primadi mewarisi tradisi kepemimpinan dan pengabdian kepada negara. Penunjukannya sebagai Pangdivif 2 Kostrad melanjutkan kiprah keluarga dalam mengawal pertahanan nasional.

Perjalanan Menuju Pangdivif 2 Kostrad

Sebelum menduduki kursi Pangdivif 2 Kostrad, Mayjen Primadi Saiful Sulun menempuh beberapa penugasan penting. Pada Agustus 2021, ia di promosikan menjadi Kepala Staf Ahli Panglima Kodam Iskandar Muda.

Kemudian pada September 2022, Primadi kembali ke Kostrad sebagai Kepala Staf Divisi Infanteri 2 Kostrad. Posisi ini membuatnya sangat memahami seluk-beluk organisasi yang kini ia pimpin.

Pada awal 2025, Primadi sempat di mutasi menjadi Perwira Staf Ahli Tingkat II Kasad Bidang Komunikasi Sosial. Namun pada Agustus 2025, ia di tunjuk sebagai Kepala Staf Kodam III/Siliwangi.

Kini dengan penunjukan sebagai Pangdivif 2 Kostrad, Primadi kembali memimpin satuan tempur strategis yang sangat ia kuasai. Pengalamannya sebagai Kasdivif 2 Kostrad menjadi modal berharga dalam menakhodai divisi ini.

Divisi Infanteri 2 Kostrad: Satuan Elite TNI AD

Divisi Infanteri 2 Kostrad merupakan salah satu Komando Pelaksana Operasional Kostrad yang berkemampuan tinggi. Satuan ini mampu melaksanakan operasi militer strategis secara mandiri di berbagai wilayah Indonesia.

Markas Komando Divisi Infanteri 2 Kostrad berkedudukan di Singosari, Malang, Jawa Timur. Divisi ini memiliki jajaran satuan tempur yang tersebar di wilayah Indonesia bagian tengah.

Divif 2 Kostrad membawahi beberapa brigade infanteri dengan kemampuan khusus. Di antaranya Brigade Infanteri Mekanis 6, Brigade Infanteri Raider 9, dan Brigade Infanteri Para Raider 18. Selain itu, divisi ini juga memiliki Resimen Artileri Medan 2 dan berbagai satuan pendukung.

Sebagai bagian dari Pasukan Pemukul Reaksi Cepat TNI, Divif 2 Kostrad memiliki tugas pokok melaksanakan tindakan cepat terhadap ancaman nyata. Satuan ini harus mampu menangkal, menyanggah awal, dan menghancurkan musuh yang mengganggu kedaulatan NKRI.

Mutasi Besar-Besaran Perwira Tinggi TNI

Penunjukan Mayjen Primadi Saiful Sulun merupakan bagian dari mutasi 187 perwira tinggi TNI. Rotasi ini mencakup 109 Pati TNI Angkatan Darat, 36 Pati TNI Angkatan Laut, dan 42 Pati TNI Angkatan Udara.

Kapuspen TNI Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah menjelaskan bahwa mutasi merupakan bagian penting dari sistem pembinaan personel TNI. Ia menegaskan bahwa rotasi jabatan bukan sekadar proses administratif semata.

Freddy menyatakan bahwa mutasi merupakan wujud pembinaan karier yang berorientasi pada peningkatan profesionalisme dan kesiapan satuan. Melalui regenerasi kepemimpinan, TNI memastikan setiap lini di pimpin oleh sosok yang tangguh dan responsif.

Ia menambahkan bahwa rotasi tersebut merupakan komitmen TNI dalam menjaga kualitas kepemimpinan dan kesinambungan organisasi. Langkah ini juga menjadi upaya adaptif menghadapi di namika dan tantangan pertahanan negara yang semakin kompleks.

Posisi Strategis Lain yang Berubah

Selain Pangdivif 2 Kostrad, mutasi kali ini juga menyentuh berbagai posisi strategis di tiga matra. Di jajaran TNI AD, Brigjen TNI Aulia Dwi Nasrullah di tunjuk sebagai Kepala Pusat Penerangan TNI menggantikan Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah.

Brigjen TNI Mochamad Masrukin yang sebelumnya menjabat Wakil Komandan Pusat Penerangan TNI AD kini di percaya menjadi Komandan Pusat Penerangan TNI AD. Ia menggantikan Mayjen TNI Zainuddin yang selanjutnya bertugas di Lembaga Ketahanan Nasional.

Di lingkungan TNI Angkatan Laut, Laksma TNI Sumarji Bimoaji di tunjuk sebagai Komandan Komando Daerah Angkatan Laut XIII di Tarakan. Ia menggantikan Laksda TNI Phundi Rusbandi yang beralih tugas sebagai Perwira Tinggi Staf Ahli.

Sementara di TNI Angkatan Udara, Marsda TNI Mochammad Untung Suropati kini mengemban amanah sebagai Panglima Komando Operasi Udara II. Sebelumnya ia menjabat sebagai Asisten Intelijen Kepala Staf Angkatan Udara.

Tantangan di Jabatan Baru

Mayjen Primadi Saiful Sulun menghadapi berbagai tantangan dalam memimpin Divif 2 Kostrad. Dinamika keamanan kawasan yang terus berkembang menuntut kesiapan operasional yang prima dari satuan di bawah komandonya.

Sebagai satuan cadangan strategis, Divif 2 Kostrad harus selalu siap bergerak kapan saja atas perintah Panglima TNI. Primadi perlu memastikan seluruh satuan jajaran memiliki kemampuan tempur yang handal dan terlatih.

Pengalamannya yang panjang di Kostrad menjadi modal utama dalam menjalankan tugas baru ini. Pemahaman mendalam tentang karakteristik satuan akan memudahkannya dalam mengambil keputusan strategis.

Primadi juga perlu melanjutkan berbagai program pembinaan yang telah berjalan. Peningkatan profesionalisme prajurit dan modernisasi alutsista menjadi prioritas yang harus ia kawal dengan serius.

Harapan untuk Kepemimpinan Baru

Dengan penunjukan Mayjen Primadi Saiful Sulun sebagai Pangdivif 2 Kostrad, di harapkan kesiapan operasional satuan semakin meningkat. Pengalamannya yang kaya di berbagai penugasan menjadi jaminan kepemimpinan yang efektif.

Regenerasi kepemimpinan di jajaran TNI menunjukkan komitmen institusi dalam menyiapkan kader-kader terbaik. Primadi merupakan salah satu perwira senior yang telah teruji dalam berbagai penugasan operasional dan staf.

Masyarakat berharap kepemimpinan baru di Divif 2 Kostrad dapat memperkuat postur pertahanan nasional. Satuan elite ini di harapkan terus menjaga kesiapan dalam menghadapi berbagai ancaman terhadap kedaulatan negara.

Mayjen Primadi Saiful Sulun kini mengemban tanggung jawab besar sebagai pemimpin ribuan prajurit tempur. Dengan latar belakang keluarga militer dan pengalaman yang mumpuni, ia di harapkan mampu membawa Divif 2 Kostrad ke tingkat yang lebih tinggi.