Siswa Sekolah Rakyat Padati SRT 9 Banjarbaru
Siswa Sekolah Rakyat dari seluruh Indonesia mulai berdatangan ke Banjarbaru pada Senin 12 Januari 2026. Mereka berkumpul untuk menyambut kedatangan Presiden RI Prabowo Subianto yang meresmikan Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru.
Lokasi peresmian berada di lingkungan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Ribuan peserta memadati area acara sejak pagi hari.
Selain itu, cuaca gerimis yang turun tidak menyurutkan semangat para siswa. Mereka tetap antusias menunggu kehadiran Kepala Negara dengan penuh suka cita.
Dengan demikian, peresmian ini menjadi momen bersejarah bagi program pendidikan gratis yang digagas Presiden Prabowo.
Sekitar 2.000 Peserta Hadir dari Berbagai Daerah
Sekitar 2.000 peserta ikut berpartisipasi dalam acara peluncuran Sekolah Rakyat ini. Mereka terdiri dari guru-guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, hingga para siswa.
Para peserta datang dari berbagai wilayah di Tanah Air. Mereka berasal dari Jakarta, Bogor, Bekasi, Tangerang Selatan, Aceh Besar, Malang, Probolinggo, Jombang, dan Pasuruan.
Selain itu, siswa dari wilayah timur Indonesia juga turut hadir. Kupang, Makassar, dan Jayapura mengirimkan perwakilan untuk meramaikan acara bersejarah ini.
Oleh karena itu, peresmian ini mencerminkan semangat persatuan dari Sabang sampai Merauke dalam mendukung program pendidikan nasional.
Seragam PDH Merah Marun Jadi Identitas Khas
Siswa Sekolah Rakyat tampil kompak dengan seragam Pakaian Dinas Harian (PDH) yang khas. Setelan jas almamater merah marun menjadi ciri identitas mereka.
Seragam tersebut dipadukan dengan kemeja putih dan dasi merah marun. Celana putih bergaris merah serta sepatu hitam melengkapi penampilan para siswa.
Selain itu, topi baret merah putih menambah kesan gagah dan disiplin. Penampilan seragam ini mencerminkan karakter Sekolah Rakyat yang mengedepankan kedisiplinan.
Dengan demikian, para siswa tampil memukau saat menyambut kedatangan Presiden Prabowo di lokasi acara.
Prabowo Tiba Disambut Yel-yel Siswa
Presiden Prabowo Subianto tiba di lokasi pada pukul 11.24 WITA. Kedatangannya langsung disambut yel-yel meriah dari para siswa SRT 9 Banjarbaru.
Para siswa yang tengah berbaris dengan rapi langsung memberikan sambutan hangat. Mereka meneriakkan yel-yel dengan penuh semangat dan kebanggaan.
Selain itu, momen mengharukan terjadi saat Prabowo memperbaiki seragam para siswa. Perhatian kecil ini menunjukkan kedekatan Presiden dengan anak-anak Sekolah Rakyat.
Setelah itu, Prabowo meninjau sejumlah fasilitas di SRT 9 termasuk ruang belajar dan berbagai sarana pendidikan lainnya.
Penampilan Seni Meriahkan Peresmian
Para siswa Sekolah Rakyat menampilkan berbagai pertunjukan seni untuk memeriahkan acara. Paduan suara, teater, dan atraksi baris-berbaris menjadi sajian utama.
Peserta penampil berasal dari berbagai daerah termasuk Nusa Tenggara Timur, Jakarta, Jawa Timur, Makassar, Papua, dan Aceh. Mereka menunjukkan kemampuan terbaik di hadapan Presiden.
Selain itu, kesenian khas Banjar turut ditampilkan oleh siswa dari tiga Sekolah Rakyat di Banjarbaru. Yel-yel dan senam anak sehat juga menjadi bagian dari rangkaian acara.
Dengan demikian, peresmian ini tidak hanya bersifat seremonial tetapi juga menjadi ajang unjuk bakat siswa Sekolah Rakyat.
Pidato Empat Bahasa Asing Pukau Hadirin
Empat siswa Sekolah Rakyat tampil menyampaikan pidato dalam empat bahasa asing. Tema yang diangkat adalah perdamaian dunia.
Bahasa yang digunakan meliputi Bahasa Inggris, Arab, Mandarin, dan Jepang. Kemampuan berbahasa asing ini menunjukkan kualitas pendidikan di Sekolah Rakyat.
Selain itu, para siswa menjalani pendampingan intensif bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf sebelum tampil. Latihan terakhir dilakukan di Gedung BBPPKS Banjarbaru pada Minggu malam.
Oleh karena itu, penampilan pidato multibahasa ini menjadi bukti keberhasilan program pendidikan karakter di Sekolah Rakyat.
Kisah Naifah, Siswa yang Pertama Naik Pesawat
Naifah, salah satu siswa Sekolah Rakyat, berbagi pengalaman mengharukan. Perjalanan ke Banjarbaru menjadi pengalaman pertamanya naik pesawat terbang.
Naifah mengaku tidak menyangka bisa mendapat kesempatan bertemu Presiden. Rasa syukur dan kebahagiaan terpancar dari wajahnya.
Selain itu, Naifah berasal dari keluarga sederhana dengan ayah yang bekerja serabutan. Profesi ayahnya sebagai tukang servis dan jual beli handphone tidak menghalangi mimpinya.
Bagi Naifah, Sekolah Rakyat membuka harapan kembali untuk melanjutkan pendidikan. Kesempatan ini mengubah jalan hidupnya secara signifikan.
Rasa Gugup Bertemu Presiden Pertama Kali
Naifah mengaku merasa gugup menjelang hari pertemuan dengan Presiden. Awalnya dia merasa santai, namun semakin dekat acara, degupan jantungnya semakin kencang.
Pengalaman menghadap Presiden Republik Indonesia menjadi momen pertama dalam hidupnya. Rasa bangga bercampur dengan kegugupan yang wajar.
Selain itu, Naifah terus berlatih untuk memberikan penampilan terbaik. Dukungan dari guru dan teman-teman membantunya mempersiapkan diri.
Dengan demikian, momen ini menjadi kenangan tak terlupakan bagi siswa dari keluarga prasejahtera seperti Naifah.
Mensos Gus Ipul Pimpin Persiapan Acara
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memimpin langsung persiapan acara peresmian. Dia meninjau lokasi pada Minggu 11 Januari 2026 sehari sebelum acara puncak.
Gus Ipul memastikan seluruh rangkaian acara berjalan dengan baik. Laporan pelaksanaan Sekolah Rakyat juga disiapkan untuk disampaikan kepada Presiden.
Selain itu, Gus Ipul mendampingi para siswa yang akan tampil di hadapan Presiden. Pendampingan intensif dilakukan hingga malam menjelang acara.
Dengan demikian, Kementerian Sosial menunjukkan keseriusan dalam mengelola program Sekolah Rakyat.
Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat Serentak
Presiden Prabowo meresmikan 166 Sekolah Rakyat secara hybrid dari SRT 9 Banjarbaru. Peresmian mencakup seluruh lokasi Sekolah Rakyat rintisan di 34 provinsi.
Lokasi Sekolah Rakyat tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Sumatera memiliki 35 titik, Jawa 70 titik, Bali dan Nusa Tenggara 7 titik, serta Kalimantan 13 titik.
Selain itu, Sulawesi memiliki 28 titik, Maluku 7 titik, dan Papua 6 titik. Sebaran ini menunjukkan jangkauan program yang merata di seluruh Nusantara.
Oleh karena itu, peresmian ini menjadi tonggak sejarah bagi pemerataan akses pendidikan berkualitas di Indonesia.
15.945 Siswa Telah Mengikuti Pendidikan
Sekolah Rakyat rintisan telah menampung 15.945 siswa selama satu semester. Mereka mengikuti pendidikan pada Semester Gasal Tahun Ajaran 2025/2026.
Program ini menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Mereka yang selama ini terpinggirkan kini mendapat akses pendidikan berkualitas.
Selain itu, pemerintah menargetkan 500 Sekolah Rakyat beroperasi hingga 2029. Setiap sekolah mampu menampung hingga 1.000 siswa.
Dengan demikian, jutaan anak Indonesia berpotensi mendapat manfaat dari program ini ke depannya.
Sekolah Rakyat Serap 7.107 Tenaga Kerja
Sekolah Rakyat rintisan menyerap total 7.107 tenaga kerja pada tahap awal. Komposisinya terdiri dari 2.218 guru dan 4.889 tenaga kependidikan.
Jumlah ini diproyeksikan terus meningkat seiring pembangunan Sekolah Rakyat permanen. Pembangunan gedung khusus telah dimulai sejak 2025 di 104 titik lokasi.
Selain itu, program ini memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar. Penyerapan tenaga kerja menjadi salah satu nilai tambah program ini.
Oleh karena itu, Sekolah Rakyat tidak hanya bermanfaat bagi siswa tetapi juga bagi penciptaan lapangan kerja.
Konsep Berasrama Bentuk Karakter Siswa
Sekolah Rakyat mengusung konsep sekolah berasrama atau boarding school. Seluruh kebutuhan siswa ditanggung 100 persen oleh negara.
Seragam, makan, asrama, hingga peralatan sekolah menjadi tanggung jawab pemerintah. Siswa tidak perlu mengeluarkan biaya apapun untuk mengikuti pendidikan.
Selain itu, format berasrama dipilih untuk membentuk karakter yang mandiri dan disiplin. Lingkungan terkontrol 24 jam membantu siswa fokus belajar.
Dengan demikian, siswa dari keluarga prasejahtera mendapat kesempatan setara dengan anak-anak dari keluarga mampu.
Kurikulum Khusus Multi Entry-Multi Exit
Sekolah Rakyat menggunakan kurikulum khusus dengan pendekatan Multi Entry-Multi Exit (MEME). Sistem ini memungkinkan siswa masuk kapan saja sesuai kesiapan masing-masing.
Pembelajaran berbasis capaian individu, bukan mengikuti kalender ajaran yang sama. Setiap siswa belajar sesuai kemampuan dan kecepatan masing-masing.
Selain itu, setiap siswa menjalani DNA talent mapping untuk memetakan potensi. Hasil pemetaan menjadi dasar pengembangan karakter dan keterampilan.
Oleh karena itu, pendekatan individual ini memastikan setiap siswa berkembang optimal sesuai bakatnya.
Program Pengentasan Kemiskinan Terpadu
Sekolah Rakyat menjadi episentrum berbagai program prioritas Presiden Prabowo. Program ini bukan sekadar pendidikan tetapi miniatur pengentasan kemiskinan terpadu.
Berbagai program terintegrasi meliputi Program Tiga Juta Rumah, Makan Bergizi Gratis, dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Cek Kesehatan Gratis dan jaminan kesehatan PBI-JKN juga menjadi bagiannya.
Selain itu, orang tua siswa mendapat pemberdayaan ekonomi dan bantuan sosial. Rumah mereka juga akan dibantu melalui program perumahan rakyat.
Dengan demikian, dampak program ini bersifat menyeluruh bagi keluarga siswa.
Konsep Anaknya Sekolah, Orang Tuanya Diberdayakan
Mensos Gus Ipul menjelaskan filosofi utama Sekolah Rakyat dengan jelas. Konsepnya adalah anaknya disekolahkan sementara orang tuanya diberdayakan.
Ketika anak lulus, orang tua diharapkan sudah naik kelas ekonominya. Pendekatan ini memutus rantai kemiskinan antargenerasi secara efektif.
Selain itu, orang tua siswa juga diundang dalam acara peresmian. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa program ini melibatkan seluruh keluarga.
Oleh karena itu, Sekolah Rakyat menjadi investasi sosial jangka panjang bagi Indonesia.
Pembangunan Permanen di 104 Lokasi
Pemerintah telah memulai pembangunan Sekolah Rakyat permanen di 104 titik lokasi. Pembangunan ini tersebar merata di seluruh wilayah Indonesia.
Sumatera memiliki 26 lokasi pembangunan, sementara Jawa memiliki 40 lokasi. Bali dan Nusa Tenggara mendapat 3 lokasi, sedangkan Kalimantan 12 lokasi.
Selain itu, Sulawesi memiliki 16 lokasi, Maluku 4 lokasi, dan Papua 3 lokasi. Sebaran ini menunjukkan komitmen pemerataan pendidikan.
Dengan demikian, kapasitas Sekolah Rakyat akan terus bertambah dalam beberapa tahun ke depan.
Dukungan Lintas Kementerian dan Lembaga
Peresmian 166 Sekolah Rakyat mendapat dukungan dari berbagai pihak. Bank Negara Indonesia, Kementerian Pekerjaan Umum, dan PT Pos Indonesia turut berkontribusi.
Program ini dinaungi Kementerian Sosial dengan kerja sama lintas kementerian dan lembaga. Pemerintah daerah juga terlibat aktif dalam pelaksanaan program.
Selain itu, kolaborasi ini memastikan program berjalan efisien tanpa membebani APBN berlebihan. Optimalisasi anggaran lintas kementerian menjadi kunci keberhasilan.
Oleh karena itu, Sekolah Rakyat menjadi contoh sinergi pemerintah pusat dan daerah yang efektif.
Pengamanan Ketat TNI-Polri
Personel gabungan TNI-Polri menjaga keamanan di lokasi acara peresmian. Mereka berjaga di depan gerbang masuk BBPPKS Banjarbaru sejak pagi hari.
Aparat kepolisian mengatur arus lalu lintas untuk mencegah kemacetan. Kelancaran akses menuju lokasi acara menjadi prioritas utama.
Selain itu, Pemkot Banjarbaru mempersiapkan dukungan di sektor kesehatan dan keamanan. Walikota Erna Lisa Halaby memimpin langsung koordinasi persiapan.
Dengan demikian, acara peresmian berjalan lancar dan aman berkat koordinasi yang baik.
Seleksi Siswa Baru Dibuka Februari 2026
Kementerian Sosial mengumumkan pembukaan seleksi siswa baru Sekolah Rakyat pada Februari 2026. Kesempatan ini terbuka bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Calon siswa harus terdaftar dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Program ini menyasar keluarga dengan tingkat perekonomian terendah.
Selain itu, siswa yang memiliki kemampuan akademik memadai akan difasilitasi ke jenjang lebih tinggi. Lulusan SMP Rakyat berpotensi melanjutkan ke Sekolah Garuda.
Oleh karena itu, Sekolah Rakyat membuka pintu harapan bagi generasi muda Indonesia dari keluarga kurang mampu.
Visi Generasi Emas 2045
Presiden Prabowo menginginkan putra-putri keluarga kurang mampu tidak dilupakan dalam pembangunan. Sekolah Rakyat menjadi instrumen menyiapkan mereka menyongsong Generasi Emas 2045.
Program ini merupakan implementasi visi Asta Cita nomor 4 tentang pendidikan. Sekolah Rakyat hadir sebagai gerakan edukasi masif bagi seluruh anak Indonesia.
Selain itu, program ini tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025. Inpres tersebut mengatur tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.
Dengan peresmian Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Indonesia melangkah lebih maju dalam mewujudkan pendidikan berkeadilan bagi seluruh rakyat!


